Jumat, 14 Juli 2017

Akibat tolak ditilang Supir Angkot cekcok dengan petugas Dishub Jaktim

Tolak Ditilang, Sopir Angkot Cekcok dengan Petugas Dishub Jaktim


foto: bertha/GARASInews

Jakarta, GARASInews - Terjadi keributan antara petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Kota Jakarta Timur dan sejumlah sopir angkot di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kasi Ops Sudinhub Jakarta Timur Slamet Dahlan membenarkan kejadian tersebut.

"Ya betul, sempat ada keributan antara petugas kita dan sopir tadi," kata Slamet saat dimintai konfirmasi garasinews, Kamis (13/7/2017).

Slamet menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat petugas gabungan melakukan operasi penertiban lalu lintas di Jalan Jatinegara Timur, hari ini, sekitar pukul 10.00 WIB. Menurutnya, keributan bermula dari salah satu angkot M01 rute Senen-Kampung Melayu melaju ugal-ugalan sehingga petugas mencoba menghentikan angkot tersebut.

"Awalnya ada angkot M01 yang ugal-ugalan, sopirnya udahnggak pakai seragam juga. Melaju seperti orang mabuk," ucapnya.

Tanpa basa-basi, petugas pun menghentikan angkot tersebut. Saat hendak diperiksa petugas, sopir itu malah menginjak pedal gas dan berusaha kabur.

foto: bertha/GARASInews

"Saat mau diperiksa kabur, hampir nabrak petugas. Kita kejar, kita pepet, tapi dia terus melaju," katanya.

Slamet mengatakan sesampai di Terminal Kampung Melayu, petugas mencoba memberikan penjelasan bahwa tindakan yang dilakukan sopir itu melanggar aturan. Namun, bukannya bersikap kooperatif, petugas malah dipojokkan oleh sejumlah rekan sopir angkot M01 itu.

"Sopir itu malah memanggil teman-temannya. Lalu terjadilah seolah-olah petugas dikeroyok. Anggota kita cuma didorong dan sedikit cekcok," ucapnya.

Slamet mengatakan kericuhan tersebut tak berlangsung lama. Dia menegaskan anggotanya tidak mengalami luka yang serius dalam peristiwa tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, salah seorang sopir angkot Rotua Sitorus (30) mengatakan peristiwa keributan ini berawal dari tindakan arogan petugas. Razia petugas yang digelar di Jalan Jatinegara Timur menyebabkan kaca spion angkotnya pecah.

foto: bertha/GARASInews

"Saya menolak ditilang karena kesal razia sering dilakukan. Saat itu saya menghindari sampe kaca spion pecah, beberapa petugas juga mengejar saya sampai terminal," ujar Sitorus kepada detikcom, di Terminal Kampung Melayu, Jaktim.

Dia juga mengatakan keributan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Ada 8 petugas yang mengejar dirinya hingga ke Terminal Kampung Melayu. Keberadaan petugas di terminal justru memancing emosi sejumlah sopir angkot lainnya.

"Karena ini puncaknya aja, Bang. Sopir sudah emosi sebenarnya, masa sedikit-sedikit ditilang, hanya gara masalah sedikit ditilang jadi luapin aja sekalian," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar