Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juli 2017

Ternyata Hakim Firman Sudah Lama Pakai Narkoba

foto: bertha/GARASInews

Jakarta, GARASInews - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Liwa, Lampung, Firman Affandy diduga telah lama menggunakan sabu. Polresta Bandar Lampung akan menggelar assessment terkait hal itu.

"Dari pengembangan kita juga sudah cukup lama juga," ujar Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono dihubungi GARASInews, Selasa (18/7/2017).

Meski begitu, Murbani enggan merinci lebih detail indikasi pemakaian sabu. Pihaknya juga akan melakukan assessment laboratorium terhadap Firman.

"Tapi sudah cukup lama. Nanti kita assessment untuk mendapatkan data pasti," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Polresta Bandar Lampung menangkap Firman di rumahnya di Jalan Wolter Monginsidi, Lampung. Saat Firman ditangkap, didapati paket narkoba jenis sabu.

"Hakim tersebut diberhentikan sementara dari jabatannya sejak ditahan dan MA tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran terhadap kode etik, apalagi sudah merupakan tindakan pidana," kata Ketua Muda MA Bidang Pengawasan hakim agung Sunarto.

Polda Metro Jaya Antisipasi Masuknya Flakka ke Jakarta

foto: bertha/GARASInews

Jakarta, GARASInews - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengantisipasi kemungkinan masuknya narkoba jenis flakka ke Jakarta. Polisi akan terus mengawasi sindikat jaringan narkoba untuk mencegah beredarnya flakka di Jakarta ini.


"Tentunya kita akan antisipasi hal ini dengan terus menggiatkan razia-razia di lapangan, termasuk kita awasi sindikat jaringan narkoba," ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta kepada GARASInews di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/7/2017).


Sejauh ini pihak Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya belum pernah mengungkap kasus flakka. "Sampai sekarang kami belum pernah menangkap narkoba jenis flakka," imbuh Nico.


Tetapi, Nico tidak menampik kemungkinan akan masuknya barang haram tersebut ke Indonesia. "Potensi masuk ada, tapi sampai sekarang kami belum menangkap," lanjutnya.


Harapannya agar jangan sampai, narkoba--yang membuat pengguna seperti zombie--itu benar-benar masuk ke Indonesia. Apalagi, Indonesia menjadi salah satu pasar yang sering menjadi sasaran jaringan narkoba internasional.


"Kami belum mendapatkan di lapangan (flakka) masuk ke Indonesia, namun apakah flakka bisa masuk ke Indonesia betul, tapi mudah-mudahan flaka tidak masuk ke Indonesia," tuturnya.


Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai akan bahaya narkotika, tidak hanya flakka. Para orang tua diminta untuk betul-betul mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus narkoba.


Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengungkap bahwa flakka sudah masuk ke Indonesia. Buwas mengatakan hal itu berdasarkan uji laboratorium terhadap sampel yang diperoleh, yang ternyata hasilnya positif flakka.