Tampilkan postingan dengan label GarasiTogel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GarasiTogel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Agustus 2017

Cerita Jokowi Saat Lupa Momen Upacara HUT RI di Istana

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden Joko Widodo membuat sebuah pengakuan. Dia mengaku lupa momen saat harus mengambil Bendera Sang Saka Merah Putih dari Paskibraka. Bagaimana ceritanya?

Jokowi mengatakan, kelupaan itu terjadi saat salah satu momen prosesi upacara penurunan bendera HUT ke-72 RI di Istana Merdeka. Dia lupa saat bendera Merah Putih diserahkan kepada dirinya, apakah yang diambil benderanya saja atau dengan bakinya saja.

foto: bertha/GARASInews

"Kemarin itu begitu ada Paskibraka keluar, ada yang nggak tahu sorenya, pas upacara penurunan bendera terus menyerahkan ke saya. Saya kan nggak pakai geladi, saya hanya ingetin saja. Geladi yang saya ingat itu hanya yang pagi, sorenya nggak ingat," kata Jokowi saat ramah tamah dengan para pendukung kegiatan HUT Kemerdekaan ke-72 RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Jadi, lanjut Jokowi, begitu petugas Paskibraka pembawa bendera bernama Ruth, asal Sumatera Utara, tiba di hadapan Jokowi membawa Sang Saka Merah Putih, ada dialog kecil yang terjadi.

"Jadi begitu bendera dibawa Paskibraka, kemudian sudah naik sampai ke atas, yang bawa Ruth dari Sumut, sampai ke saya, saya bisik-bisik ke Ruth, 'Ruth, ini diambil bendera atau sama bakinya?' Ruth bisik-bisik ke saya, 'Bapak ambil benderanya saja,' kata Ruth," ujar Jokowi menceritakan kejadian tersebut.

"Tapi nggak ada yang tahu kan? Nggak ada yang tahu kan saya bisik-bisik sama Ruth? Pak Wapres tahu? Pak Wapres saja yang dekat nggak tahu," tambahnya tersenyum.

Jokowi mengatakan, kelupaan itu terjadi karena dirinya tidak mengikuti proses geladi bersih rangkaian upacara tersebut. Dia hanya mengingat geladi bersih yang dia jalani tahun lalu.

"Itulah perlunya geladi yang latihannya selama ini 1 bulan kan? Nah saya yang nggak digeladi. Wong sudah setahun lalu, lupa kan? Tapi untungnya nggak ada yang tahu. Pak Wapres saja yang dekat saya nggak tahu," katanya.

foto: bertha/GARASInews

Terkait dengan rangkaian peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI tersebut, Jokowi mengatakan ada pesan khusus yang ingin dia sampaikan. Yakni, keberagaman Indonesia.

"Kemarin kita sudah lihat bersama acara peringatan HUT ke-72, semuanya berjalan dengan baik. Dan yang paling penting pesan yang ingin kita sampaikan pada perayaan 17 Agustus kemarin adalah keberagaman. Dan saya ingin pesan tersebut betul-betul sampai ke masyarakat bahwa kita ini memang majemuk, beragam, bermacam suku, agama, bahasa daerah. Pesan itu yang ingin kita sampaikan. Dan kalau lihat media kemarin maupun media hari ini pesan itu sampai," kata Jokowi.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Polri Sebut Teroris Oman Inisiator Bom Thamrin

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Mantan narapidana kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman kembali diciduk Tim Densus 88 Antiteror. Polisi menduga Oman sebagai inisiator penyerangan pos polisi di Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis, 14 Januari 2016.

"Keterlibatannya, dia yang mendorong untuk melakukan amaliyah-amaliyah," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/8/2017).

Setyo mengatakan penyidik Densus 88 Antiteror akan mendalami sejauh mana tindakan yang dilakukan Aman dalam rangka menginisiasi teror bom Thamrin. Setyo melanjutkan penyidik memiliki waktu 7 x 24 jam untuk menginterogasi Aman.

"Nanti kita lihat apakah dia terkait langsung dukungan fisik atau yang lain-lain. Statusnya kita periksa 7 hari, 7x24 jam," ucap Setyo.

Secara tak langsung, Setyo menjelaskan Aman akan kembali berurusan dengan proses hukum setelah masa pemeriksaan 7x24 jam tersebut. "Setelah itu, akan kita tetapkan (status hukumnya) dan kita proses lanjut," imbuh Setyo.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Ibnu Chuldun menyampaikan Aman mendapat remisi dalam rangka HUT RI. Semestinya Aman bebas dari Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, kemarin.

"Atas nama Oman. Dari Nusakambangan dibon hari Minggu ditempatkan di Rutan Brimob," ucap Ibnu di Lapas Kelas IA Semarang Kedungpane, kemarin.

Namun, sebelum hari kebebasan, yaitu pada Minggu (13/8), Densus 88 Antiteror kembali mengamankan Aman. Dia dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk diperiksa.

Aman Abdurrahman merupakan terdakwa dalam kasus pelatihan bersenjata di Aceh. Dia divonis hukuman sembilan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Senin, 20 Desember 2010.

Aman terbukti membantu pelatihan militer yang digelar di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, pada 2009.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

PPP: Salaman SBY-Mega Ibarat Panas Setahun Terhapus Hujan Sehari

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Jabat tangan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka banjir pujian. Momentum ini simbol agar kehangatan tersebut diikuti oleh para pengikut kedua tokoh bangsa ini.

"Saya berharap hal ini menjadi momentum mencairnya kebekuan diantara pimpinan-pimpinan bangsa. Silaturahmi itu tidak pernah nggak baik. Kalau Bu Mega dan Pak SBY salaman, pesan simboliknya adalah adanya kehangatan yang akan diteruskan ke seluruh pengikut kedua tokoh bangsa," ujar
Ketum PPP Romahurmuziy melalui pesan singkat, Kamis (17/8/2017) malam.

Romi menyambut baik jabat tangan antara SBY dan Megawati. Apalagi kedua tokoh ini diketahui terlibat 'perang dingin' yang diduga dimulai setelah SBY mundur sebagai Menko Polhukam menjelang Pilpres 2004.

"Salaman keduanya bisa diibaratkan panas setahun terhapus dengan hujan sehari. Maka bygone be bygone, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sebagai manusia, keduanya pasti ada kelebihan dan kekurangan, namun yang pasti kedua beliau pernah menjadi pemimpin kita," kata Romi.

Dia berharap komunikasi antara SBY dan Megawati kembali terjalin harmonis sehingga bisa bersama-sama mencari solusi untuk masalah bangsa.

"Karenanya ke depan marilah kita sama-sama bergandengan tangan, karena masalah bangsa ini terlalu kompleks kita selesaikan sendirian," ajak Romi.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Kamis, 17 Agustus 2017

Juara 2 'Lomba' Baju Adat di Istana, OSO: Saya Memang Gagah

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Ketua DPD Oesman Sapta Odang mendapat sepeda dari Presiden Joko Widodo. Oesman Sapta mendapat juara kedua busana daerah terbaik dalam upacara peringatan kemerdekaan ke-72 RI di Istana Merdeka.

"Saya sendiri nggak tahu. Surprise aja. Begitu sampai di situ, saya nggak nyangka, bakalan dapet ini," kata pria yang akrab disapa OSO itu usai rangkaian upacara di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2017).

OSO pada upacara kemerdekaan mengenakan pakaian tradisional Minangkabau. Dia bersama istrinya mengenakan busana yang senada.

"Karena saya kan boleh pake, sebagai perwakilan dewan daerah. Boleh pakai semua daerah. Cuma sekarang, kebetulan sedang pakai Sumbar, dan Alhamdulillah, ya kan? Tidak sia-sia," kata OSO.

foto: bertha/GARASInews

OSO sendiri berasal dari Kalimantan Barat. Dia lalu berkelakar tentang faktor kemenangannya.

"Ternyata memang saya lebih gagah dari yang lain semua," kelakarnya.

Juara pertama lomba kejutan itu adalah Menkum HAM Yasonna Laoly yang memakai baju adat Nias. Laoly sempat mengayuh sepedanya di halaman Istana Merdeka, namun OSO tidak.

"Itu bukan soal harganya, tapi sejarah di 17 Agustus di Istana, saya dapat hadiah. Nanti sampai cucu saya bisa naik sepedanya," kata dia.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Diundang Istana, Prabowo dan Rachmawati Pilih Upacara di UBK

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku menerima undangan untuk mengikuti upacara HUT ke-72 RI di Istana Merdeka. Namun ia memilih ikut upacara di Universitas Bung Karno (UBK).

"Ada. Ada (undangan dari Istana -red)," ujar Prabowo di UBK, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2017).

Bagi Prabowo, undangan dari Rachmawati sama nilainya dengan undangan dari Istana. Dia memilih menghadiri undangan Rachmawati.

"Bagi saya diundang ke UBK juga kehormatan," kata Prabowo.

Prabowo juga menjelaskan alasannya datang ke UBK. Ia menuturkan hubungan dirinya dengan Rachmawati teman baik.

"Saya ke sini karena diundang oleh Bu Rachma, kita sudah berteman baik sejak lama," ucap Prabowo.

Bukan hanya Prabowo yang mendapat undangan dari Istana. Rachmawati juga mengatakan dirinya selalu mendapat undangan dari Istana setiap tahun.

"Saya ada undangan, setiap tahun saya dapat tapi setiap tahun juga saya upacara di UBK," tuturnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

OPM Serahkan Diri, TNI: Mereka Lihat Pembangunan Papua Makin Maju

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Tentara Pembebasan Nasional - Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) merasa ditipu oleh kelompok tertentu sehingga akhirnya menyerahkan diri kepada NKRI. TNI menilai penyerahan diri TPN-OPM itu karena pembangunan di Papua semakin maju.

"Mereka yang di dalam itu melihat luar itu semakin maju sementara kita di dalam makin menderita, nah itu yang terjadi," ujar Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol Inf Muhammad Aidi saat dihubungi, Rabu (16/8/2017).

Aidi mengatakan pemerintah dan TNI telah melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sementara mereka yang tergabung dalam TPN-OPM itu malah hidup serba kekurangan.

"Jadi yang kita lakukan kegiatan TNI khususnya melalui kegiatan teritorial, pertanian, persawahan, pembangunan jalan, pengobatan, selama ini mereka melihat yang di hutan itu meras berjuang tapi tidak mendapatkan apa-apa," katanya.

Selain itu, TPN-OPM juga tak bisa membuktikan mengenai penjajahan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Papua seperti yang disuarakan mereka selama ini. Justru, pemerintah telah memberikan keistimewaan kepada setiap warga Papua untuk bisa mengembangkan daerahnya.

"Karena yang mereka kembangkan itu, mereka merasa dijajah oleh NKRI, sama Indonesia tetapi begitu kita balikan kepada mereka, tolong buktikan satu bukti bahwa Papua dijajah sama Indonesia apa buktinya? sementara itu tidak satu pun, tidak ada hak warga Papua yang diisi oleh bukan Papua. Jadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak ada pun yang tidak dimiliki oleh Papua, jadi banyak sekali keistimewaan Papua yang diberikan kepada orang Papua yang tidak bisa dimiliki WNI lain. Contohnya pemerintah di Papua, dari jabatan kepala kampung sampai gubernur itu dijabat Papua, orang non Papua tidak bisa menjadi gubernur untuk saat ini," tuturnya.

Sebelumnya, Panglima Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Yapen Timur Kris Nussy alias Corinus Sireri bersama anak buahnya menyerahkan diri pada Selasa (15/8/2017). Corinus baru menyadari bahwa ia dan anak buahnya telah ditipu oleh pihak-pihak kelompok OPM di Papua yang menyatakan perjuangan mereka akan menghasilkan kemerdekaan Papua.

"Selama ini kami ditipu. Kami capek berjuang di hutan tetapi tidak ada yang kami dapatkan," ujar Corinus usai menyerahkan 12 pucuk senjata kepada Kabinda Papua dan Tim Maleo, Kodam XVII Cenderawasih di bukit Wadafi kampung Mamarimp, Distrik Wadamomi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (15/8/2017).

Corinus menyebut perjuangannya selama 20 tahun terakhir tak membuahkan hasil. Perjuangannya tersebut malah hanya menuai kebencian rakyat Papua.

"Semua itu hanya tipu-tipu. Perjuangan kami selama 20 tahun tidak menghasilkan apa-apa, malah kami dibenci masyarakat kami sendiri," katanya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tamu Istana di Hari Kemerdekaan: Berkebaya hingga Tanpa Alas Kaki

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Upacara peringatan hari kemerdekaan ke-72 tahun Republik Indonesia (RI) segera digelar di Istana Merdeka. Para tamu sudah berdatangan mengenakan pakaian adat masing-masing daerah asal.

Nampak di halaman Istana Medeka, Jalan Medan Merdeka Utara, tribun yang sudah didirikan sudah diisi anak-anak berseragam sekolah. Lagu-lagu kebangsaan sudah berkumandang dari pelantang yang dipasang.

foto: bertha/GARASInews

Layar jumbo dipasang, hiasan-hiasan berpita ditentangkan. Para tamu sudah mulai berdatangan, banyak yang mengenakan baju adat. Perempuan mengenakan kebaya, ada pula yang berpakaian khas Papua.

Ada pula yang tak mengenakan alas kaki, berpakaian gelap dilengkapi celana selutut, dan udeng biru dikenakan di kepala. Mereka adalah warga Baduy dari Banten. Di belakang mereka, beragam warga berpakaian adat, seperti pakaian khas Palembang, Minang, hingga Toraja.

Barisan kursi halaman depan Istana Merdeka ini, memang khusus disediakan untuk tamu 'permohonan khusus'. Mereka telah jauh-jauh hari mengajukan permohonan untuk mengikuti upacara ini, permohonan dibuka sejak 1 Juli lalu.

foto: bertha/GARASInews

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan, akan dimulai pukul 10.00 WIB. Setelah itu, Jokowi akan menerima ucapan selamat dari negara-negara sahabat.

Tengah hari, akan ada pemotongan tumpeng Hari Ulang Tahun ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI. Sore hari, akan ada upacara penurunan Bendera Merah Putih.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Rabu, 16 Agustus 2017

Yang Merasa Paling Pancasila Harus Belajar Lagi Sejarah Pancasila kata Ketua MPR RI

foto: bertha/GARASInews

JAKARTA,GARASInews - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung Kura Kura Parlemen, Senayan, Rabu (16/8/2017)

Dalam pidatonya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa sebagai ideologi terbuka Pancasila adalah muara dari berbagai mata air.

"Karena itu jangan sampai gunakan Pancasila sebagai palugada untuk memukul mereka yang berbeda pandangan dan barisan dalam berIndonesia. Yang mengaku paling Pancasila dan menuduh yang lain tidak, Ia harus belajar lagi sejarah Pancasila," ungkap Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan mengingatkan jangan sampai Pancasila dicampakkan, Koyak dan hanya menjadi simbol.

"Pemimpin bangsa dimanapun berada, saya menghimbau untuk menjaga Indonesia kita jangan sampai robek dan koyak. Jadikan Pancasila rujukan bersama," kata Zulkifli Hasan.

Hadir dalam Sidang Tahunan tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Pimpinan Lembaga Negara dan jajaran Menteri Kabinet Kerja.
SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Djarot Sindir Masyarakat yang Dianggap Lebih Suka Mengejek

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyindir kondisi masyarakat saat ini. Djarot menyebut saat ini ada masyarakat lebih suka mengolok-olok.

"Banyak prestasi positif yang kita miliki tapi kita lupa. Kita lebih suka mengolok-olok diri kita sendiri. Kebencian yang nggak perlu, diulang-ulang," kata Djarot di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

Masyarakat Indonesia menurut Djarot seharusnya memberikan apresiasi pada prestasi besar yang sudah dihasilkan. Hal ini lebih bermanfaat dibanding mengolok-olok orang lain.

"Semua suka menjelek-jelekan yang kecil. Prestasi besar kita lupa memberikan apresiasi. Karena kita sibuk menjelek-jelekan," ucap Djarot.

Karenanya dia meminta pada masyarakat Indonesia untuk bangga pada apa yang sudah dimiliki oleh Indonesia saat ini. Sebab, Indonesia membutuhkan tindakan nyata dari para warganya.

"Tolong mari kita bangga pada apa yang kita punya sekarang. Kita juga perlu tindakan nyata," tegasnya.

Terakhir, Djarot kembali mengingatkan soal 3 nilai yang diajarkan oleh Soekarno. Ketiga nilai tersebut adalah kehendak, semangat dan kerja nyata.

"Mari kita wujudkan 3 nilai ini dalam dada kita, dalam tindak nyata kita," ujarnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Kirim Chat Porno ke Siswi, A Ju Guru Tak Berintegritas

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Komnas Perempuan menilai Tri Sutrisno alias A Ju (25), guru Bahasa Inggris di SMP BPK Penabur Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang mengirim konten pornografi ke siswinya sebagai guru yang tak memiliki integritas. Polisi dan sekolah harus menelusuri lebih dalam siswa yang yang menerima konten pornografi dari A Ju.

"Guru ini sudah bertentangan dengan prinsip-prinsip lembaga pendidikan atau bertentangan dengan misi pendidikan," ujar Komisioner Komnas Perempuan, Masruchah saat dikonfirmasi GARASInews, Selasa (15/8/2017).

Masruchah meminta polisi dan pihak sekolah menelusuri lebih dalam kasus A Ju dalam mengirim konten pornografi ke siswinya. Polisi dan pihak sekolah perlu mengetahui apakah A Ju sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa ke siswi yang lain.

"Di balik itu ada masalah apa, ini artinya kalau itu disengaja barangkali ini bukan sesuatu yang baru saja, dan muridnya bisa ditanya pula. Apakah ini baru sekali atau dulunya pernah," katanya.

Komnas Perempuan sangat menyayangkan tindakan A Ju sebagai seorang guru yang tidak dapat memberi contoh baik kepada peserta didiknya. Seorang guru harusnya menjaga integritasnya ketika terjun ke dunia pendidikan.

"Sikap guru ini menyalahi prinsip pendidikan, guru itu sebagai tauladan siswa-siswi, guru itu sebagai pelaku perubahan sosial, artinya karena konteks dia berada di dalam konteks lembaga pendidikan maka bagaimana anak didik, perserta didik, dan seluruh komunitas di lembaga pendidikan itu memiliki pengetahuan yang baik," imbuhnya.

Kasus A Ju ini menambah daftar panjang kekerasan seksual kepada murid di lembaga pendidikan. "Kalau kita mengacu pada Permendikbud nomor 82 Tahun 2015 bahwa salah satu yang dibahas dalam Permendikbud itu bagaimana di lembaga pendidikan itu tidak terjadi kekerasan dan bully," ungkapnya.

"Nah artinya ini guru ini sudah tidak menjalankan selain prinsip-prinsip di lembaga pendidikan ada peraturan Menteri yang sebenarnya ini tidak dijalani dan ini bisa mendapatkan sanksi. Karena kalau guru melakukan ini bagian dari tindakan kekerasan seksual yang mestinya di lembaga-lembaga pendidikan itu tidak terjadi dan guru semestinya menjadi contoh, bukan tindakan semacam ini," tambahnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Selasa, 15 Agustus 2017

Terungkap! Ini yang Desak Ahok Mundur di Tengah Jalan

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Di awal mengemukanya kasus penistaan agama, pernah ada pihak yang mendesak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mundur dari gelanggang Pilgub DKI 2017. Soal siapa sosok yang mendesak Ahok mundur pun misterius. Kini teka-teki itu mulai terungkap.

Ahok pertama kali mengungkap adanya desakan agar dirinya mundur dari Pilgub DKI pada November 2016. Kala itu, ada seseorang yang menyampaikan permintaan itu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sampailah ke telinga Ahok.

"Saya sudah diminta untuk mundur karena sudah dilaporkan akan terjadi ketidakpastian dan kekacauan," kata Ahok dalam perbincangan di kantor GARASInews, Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2016) lalu.

Namun Ahok tak menggubris. Ia memutuskan jalan terus. Sampai kemudian proses hukum dugaan penistaan agama berakhir dengan vonis hukuman untuk Ahok.

Nah, teka-teki soal siapa sosok yang mendesak Ahok mundur itu mulai terang benderang justru dalam sidang lanjutan terdakwa kasus UU ITE, Buni Yani, di gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jabar, Selasa (15/8/2017).

Keterangan tertulis Ahok yang dibacakan jaksa penuntut umum dalam sidang ini membuka banyak fakta. Ada 13 poin kesaksian Ahok berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) saat pemeriksaan Ahok oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Ahok merasa difitnah, diancam, bahkan sampai ancaman pembunuhan yang menimpanya. Ahok dalam keterangannya kembali mengungkap sosok yang mendesaknya mundur dari gelanggang Pilgub DKI 2017.

"Ada salah satu partai pendukung yang minta saya mundur karena menista agama," kata dia.

Meski demikian, tak ada nama parpol ataupun si oknum parpol yang mendesak Ahok mundur di tengah jalan itu. Apakah misteri ini bakal terungkap di kemudian hari?

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Habibie Minta Masyarakat Indonesia Tingkatkan Kreativitas

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden RI ke-3 BJ Habibie meminta masyarakat Indonesia untuk terus meningkatkan produktivitas. Perilaku yang mempunyai daya saing dan penuh kreativitas pun sangat dibutuhkan dalam menghadapi era ini.

"Perilaku manusia itu. Perilaku produktivitas, efisiensinya, daya saingnya, jiwa kreativitasnya, bisa membuat inovasi. Itu perilaku," kata Habibie di Auditorium Utama LIPI lantai 2, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

Habibie lalu mengajak seluruh masyarakat agar mengembangkan setiap aspek yang ada di Indonesia. Ilmu pengetahuan pun disebutnya menjadi salah satu modal penting dalam memajukan bangsa.

"Saya mengambil kesimpulan jadi kita harus sesuaikan sumber daya manusia yang terbaharukan, tingkatkan kualitasnya. Jadi mereka bisa memanfaatkan segala aspek yang dimiliki Indonesia mulai dari ilmu pengetahuan dan iptek yang nantinya dapat kita manfaatkan sebagai modal penting bagi Indonesia berkembang," tuturnya.

Selain itu, dia juga mengimbau agar bangsa Indonesia tetap menjaga budaya. Pelaksanaan HAM pun harus diimbangi dengan tanggungjawab agar nilai-nilai moral dan budaya tetap lestari di bumi Indonesia.

"Hak asasi manusia tapi hak harus diimbangi untuk memperjuangkan kewajiban," terang Habibie.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Soal Duet Deddy-Syaikhu, Gerindra Jabar: Itu Klaim Sepihak PKS

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengklaim Ketum Gerindra Prabowo sudah merestui duet Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu akan maju ke Pilgub Jabar 2018. Pernyataan tersebut dimentahkan oleh Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi.

"Semuanya masih cair, kalau ditanya persentase saya langsung ngomong 1 persen untuk Gerindra (Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu). Itu klaim sepihak dan pernyataan PKS saja," ujar Mulyadi saat dihubungi GARASInews, Senin (14/8/2017) malam.

Mulyadi langsung mengklarifikasi dan menjelaskan pernyataan PKS. Ia mengatakan, Prabowo meminta dirinya menjelaskan bahwa belum ada calon yang disetujuinya. Mulyadi sendiri termasuk salah satu nama yang akan diusung Gerindra.

"Saya klarifikasi ya, kalau memngatakan bahwa itu sudah menjelang final bahkan 99 persen, saya sudah melakukan konfirmasi sebagai ketua DPD Gerindra Jabar langsung ke Pak Prabowo. Pak Prabowo sampaikan ke saya harus jelaskan ke kader Jabar, sayap partai dan organisasi masyarakat, jangankan di Jabar di seluruh Indonesia yang menjalankan Pilkada tidak ada seorang pun yang sudah disetujui untuk maju sebagai kontestan," jelas Mulyadi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pernyataan yang dikeluarkan oleh PKS tidak resmi. Mulyadi menuturkan, jika itu pernyataan resmi, harusnya dihadiri oleh kedua belah pihak yaitu PKS dan Gerindra.

"Kalau dinyatakan sebagai statmen resmi saya bantah, kenapa? Kalau statement resmi seharusnya dihadiri oleh PKS dan Gerindra sebagai pengambil keputusan juga di tingkat pusat, tapi ini kan semuanya disampaikan oleh Pak Sohibul (Presiden PKS Sohibul Iman), Pak Deddy Mizwar sendiri, ditambah Pak Hidayat Nur Wahid. Itu sih silakan saja, saya hormati walaupun Pak Prabowo tidak setuju," tegasnya.

Sebelumnya, Hidayat mengatakan duet Deddy-Syaikhu telah disetujui PKS dan Gerindra. Dia mengklaim Prabowo telah menerima pengusungan pasangan tersebut.

"Dengan Pak Prabowo sudah selesai untuk Demiz dan Syaikhu itu sudah tinggal konsolidasi ke dalam di masing-masingnya. Kita untuk di Jawa Barat akan berkoalisi, modal dasarnya Gerindra-PKS lebih dari persyaratan yang diperlukan," kata Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/8).

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Senin, 14 Agustus 2017

Polisi Periksa Novel di Singapura Hari Ini

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Penyidik KPK Novel Baswedan sedang menjalani pemeriksaan oleh kepolisian terkait teror penyiraman air keras yang dialaminya. Pemeriksaan tersebut berlangsung hari ini dan dilakukan di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Siangapura.

"Pemeriksaan sedang berlangsung dan sudah dimulai tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB," ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada GARASInews di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).

Namun, Febri mengingatkan dalam pemeriksaan ini tentu tidak bisa dikonfirmasi mengenai wajah pelaku penyerangan. Pasalnya saat serangan terjadi, Novel saat itu dalam posisi tidak mengetahui wajah pelaku.

"Tentu saja Novel akan menjelaskan apa yang dia ketahui. Jadi tidak bisa ditanya Novel misalnya, siapa penyerang yang dilihat pada tanggal 11 (April) itu. Karena Novel memang tidak melihat," tutur Febri.

Sebenarnya pemeriksaan korban sendiri dalam KUHAP bukan syarat mutlak ditemukannya pelaku. Meski demikian KPK tetap berharap akan ada titik terang dari hasil pemeriksaan hari ini. Karena pemeriksaan besok belum tentu bisa dilakukan.

"Informasi yang saya terima baru sebatas rencana hari ini (pemeriksaannya). Karena besok dan Rabu ada prakondisi atau persiapan untuk pelaksanaan operasi. Ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh pihak dokter di sana," terang Febri mengimbuhkan.

Didampingi pimpinan KPK, tim yang berangkat ke Singapura di antaranya Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Herianto Adi Nugroho, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan.

Polisi telah memeriksa puluhan saksi terkait teror tersebut. Selain itu, polisi juga telah membuat sketsa wajah orang-orang yang dicurigai, berdasarkan keterangan para saksi di 3 titik.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah merilis salah satu sketsa wajah yang dibuat tim berdasarkan keterangan saksi kunci EJ. Saksi saat itu melihat terduga pelaku berada di atas motor, di dekat masjid tempat Novel melaksanakan salat subuh pada 11 April 2017 lalu.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM