Tampilkan postingan dengan label chat porno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chat porno. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Agustus 2017

Kirim Chat Porno ke Siswi, A Ju Guru Tak Berintegritas

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Komnas Perempuan menilai Tri Sutrisno alias A Ju (25), guru Bahasa Inggris di SMP BPK Penabur Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang mengirim konten pornografi ke siswinya sebagai guru yang tak memiliki integritas. Polisi dan sekolah harus menelusuri lebih dalam siswa yang yang menerima konten pornografi dari A Ju.

"Guru ini sudah bertentangan dengan prinsip-prinsip lembaga pendidikan atau bertentangan dengan misi pendidikan," ujar Komisioner Komnas Perempuan, Masruchah saat dikonfirmasi GARASInews, Selasa (15/8/2017).

Masruchah meminta polisi dan pihak sekolah menelusuri lebih dalam kasus A Ju dalam mengirim konten pornografi ke siswinya. Polisi dan pihak sekolah perlu mengetahui apakah A Ju sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa ke siswi yang lain.

"Di balik itu ada masalah apa, ini artinya kalau itu disengaja barangkali ini bukan sesuatu yang baru saja, dan muridnya bisa ditanya pula. Apakah ini baru sekali atau dulunya pernah," katanya.

Komnas Perempuan sangat menyayangkan tindakan A Ju sebagai seorang guru yang tidak dapat memberi contoh baik kepada peserta didiknya. Seorang guru harusnya menjaga integritasnya ketika terjun ke dunia pendidikan.

"Sikap guru ini menyalahi prinsip pendidikan, guru itu sebagai tauladan siswa-siswi, guru itu sebagai pelaku perubahan sosial, artinya karena konteks dia berada di dalam konteks lembaga pendidikan maka bagaimana anak didik, perserta didik, dan seluruh komunitas di lembaga pendidikan itu memiliki pengetahuan yang baik," imbuhnya.

Kasus A Ju ini menambah daftar panjang kekerasan seksual kepada murid di lembaga pendidikan. "Kalau kita mengacu pada Permendikbud nomor 82 Tahun 2015 bahwa salah satu yang dibahas dalam Permendikbud itu bagaimana di lembaga pendidikan itu tidak terjadi kekerasan dan bully," ungkapnya.

"Nah artinya ini guru ini sudah tidak menjalankan selain prinsip-prinsip di lembaga pendidikan ada peraturan Menteri yang sebenarnya ini tidak dijalani dan ini bisa mendapatkan sanksi. Karena kalau guru melakukan ini bagian dari tindakan kekerasan seksual yang mestinya di lembaga-lembaga pendidikan itu tidak terjadi dan guru semestinya menjadi contoh, bukan tindakan semacam ini," tambahnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Senin, 14 Agustus 2017

Sosok A Ju Guru Pengirim Chat Porno di Mata Kepsek SMPK Penabur

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Kepala SMPK Penabur Kelapa Gading, Anthea Calista tak menduga Tri Sutrisno alias A Ju berani mengirim chat porno ke murid-murid. Selama di sekolah, A Ju dikenal akrab dengan murid maupun para guru.

"Personal dia guru yang baik dekat dengan murid dan pengetahuan bahasa Inggrisnya juga cukup baik," kata Anthea di kompleks sekolah SMPK Penabur Kelapa Gading, Jl Boulevard Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (14/8/2017).

Anthea menjelaskan, A Ju baru dua tahun bergabung dengan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Penabur dan mengajar bahasa Inggris di SMPK Penabur. Menurutnya ketika A Ju direkrut merupakan mahasiswa yang berprestasi.

"Baru 2 tahun ini jadi guru, belum guru teladan tapi pas semasa mahasiswa dia berprestasi makanya kami rekrut dan sesuai dengan tes serta syarat-syarat dia lolos dan jadi guru di sini," jelas Anthea.

Selain mengajar mata pelajaran bahasa Inggris, A Ju juga wali kelas IX. Anthea tak menduga kedekatan TS dengan para murid berujung hal seperti itu.

"Kami tidak mendeteksi itu tapi dekat dalam artian bukan dekat yang tidak wajar. Dengan sesama rekan guru juga dia dekat," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, A Ju diduga mengirim chat porno setidaknya ke 4 siswinya. Ke salah seorang siswi, dia mengirim dua gambar perempuan telanjang sedang melakukan aktivitas seks. Gambar itu lalu diikuti dengan kata-kata mesum.

Kasus chat porno ini disikapi serius oleh pihak SMPK Penabur. Mereka ingin bekerja sama dengan orang tua murid untuk menyesaikan kasus obrolan porno via ponsel ini. Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Penabur juga tak akan diam saja.

"SPK Penabur Jakarta tidak menolerir tindakan apapun yang mengancam keselamatan peserta didik dan kami telah melakukan konsolidasi untuk menangani permasalahan tersebut dan mengambil tindakan tegas secara internal," kata Humas BPK Penabur.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Kasus Chat Porno Guru, Disdik Jakut Akan Klarifikasi Sekolah

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Kasus obrolan (chat) porno via ponsel seorang guru bahasa Inggris terjadi di sekolah menengah pertama di Jakarta Utara. Pihak Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara akan melakukan klarifikasi ke pihak sekolah.

"Besok saya mau mengumpulkan dulu, cari-cari klarifikasi dulu ke pihak sekolah," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara Khairul ketika dihubungi GARASInews, Minggu (13/8/2017).

Dia mengatakan belum dapat berkomentar lebih jauh karena belum mendapatkan klarifikasi dari pihak sekolah. Khairul mengatakan, ketika bertemu dengan pihak sekolah, dia juga akan menanyakan soal penanganan kasus yang sudah dilakukan.

"Kita juga akan tanya, apa yang sudah ditangani pihak sekolah," ucap dia.

Menurutnya, penanganan dilakukan oleh pihak sekolah karena kasus terjadi di institusi swasta. Selain itu, terkait kasus chat porno yang dilakukan oleh guru berinisial TS (25) tersebut juga sudah ditangani oleh kepolisian.

"Itu kan sekolah swasta. Kalau misalnya swasta, guru diangkat pihak yayasan. Penanganan kita serahkan ke yayasan. kalau sekolah negeri, pasti dicopot kalau gurunya PNS," ujarnya.

Seorang guru bahasa Inggris, TS (25), di SMPK Penabur, Kelapa Gading, Jakarta Utara ditangkap polisi. Kasus ini terbongkar setelah orangtua murid menemukan percakapan anaknya dengan TS melalui aplikasi Line.

Tersangka mengirimkan foto-foto berkonten pornografi kepada korbannya. Diduga korban melakukan hal tersebut kepada empat siswinya. Atas perbuatannya, TS dijerat dengan pasal berlapis.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM